Kebersamaan Ramadhan Program Studi Manajemen Informatika

Dalam rangka kegiatan Ramadhan 1439H, Program studi Manajemen Informatika menggelar  acara siraman rohani dan buka puasa bersama pada Rabu, 6 Juni 2016. Acara yang diselenggarakan di Megaland hotel tersebut dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dilantunkan oleh Novanto Trias Prasetyo. Acara ini dihadiri oleh segenap civitas akademika program studi Manajemen Informatika. Acara tersebut dibuka oleh direktur Politeknik Indonusa Surakarta, Ir. Hj. Suci Purwandari, MM. Dalam sambutan tersebut, Direktur Politeknik Indonusa Surakarta menghimbau untuk lebih mempererat tali silaturahmi antar segenap civitas akademika program studi Manajemen Informatika. “Acara ini diselenggarakan bukan sekedar siraman qolbu lebih dari itu juga mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan nilai religi segenap civitas akademika program studi Manajemen Informatika”. Acara tersebut juga diisi tausyah oleh ustadz Hakiman, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya ustadz Hakiman, M.Pd.I menyampaikan mengenai keterkaitan Iman, Ilmu dan Amal. Menurut ustadz Hakiman, M.Pd.I.  Iman dan ilmu itu sangat berkaitan erat sekali untuk membangun amal yang baik. Selain itu ustadz Hakiman, M.Pd.I juga memberikan tausiyah mengenai hubungan bulan Ramadhan dengan optimalisasi diri. Selain itu ustadz Hakiman, M.Pd.I menyampaikan bahwa Ramadhan sebagai sarana untuk membangun perilaku yang baik. Disampaikan juga bahwa kualitas manusia tergantung pada lisan dan hatinya. Dengan menunaikan puasa di bulan Ramadhan maka hati yang keras akan berubah menjadi hati yang lembut, sementara hati yang lembut akan meningkatkan kualitas keimanan seseorang. Sejauh mana kelembutan hati seseorang tergantung pada kedekatannya dengan dengan sang pencipta yaitu Allah. Semakin dekat seseorang dengan Allah maka hati manusia akan semakin lembut. Ibadah yang dekat dengan Allah adalah ibadah puasa, karena pelaksanaannya hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah. Agar dapat menjalankan puasa dengan baik, maka manusia memerlukan suatu petunjuk agar tidak keliru. Petunjuk umat Islam yaitu kitab Qur’an dan Hadits. Karena terbatasnya manusia yang mampu memahami kedua petunjuk tersebut, maka diperlukan pembelajaran dan pencerahan melalui guru.